Tampilkan postingan dengan label Ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

KESENANGAN VS KETENANGAN

Kesenangan . . . . VS . . . . Ketenangan

Orang yang memiliki materi melimpah dan kemewahan mungkin bisa selalu bersenang-senang kapanpun mereka mau . . . Tapi Ketenangan dan ketentraman jiwa belum tentu mereka miliki.


Ketenangan jiwa yang hakiki hanya dimiliki oleh orang-orang yang hatinya tidak terpaut oleh Dunia meskipun dunia berada dalam Genggamannya . . . hatinya terpaut hanya pada Pemilik Dunia dan Alam semesta ini . . .

Orang yang jauh dari Alloh tak akan merasakan ketenangan dalam hati dan jiwanya . . . Sebanyak Apapun Materi yang dimilikinya bahkan ia akan merasakan kehidupan yang sempit . . .

"Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (menjauh dari-Ku) . . . . maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit." (QS Thoha: 124)

Ketenangan hati dan ketentraman jiwa tak akan bisa dibeli meskipun kita memiliki Dunia dan Seisinya . . .

Ketenangan Adalah 'Harta' yang Tak Ternilai harganya karena itu Hanya Alloh Anugerahkan pada hamba-Nya yang istimewa . . .

Yaitu Hambanya yang Jika mendapat Ni'mat Ia bersyukur dan Jika mendapat ujian ia bersabar . . .

Apapun keadaan yang dialaminya membuat hatinya tenang dan tentram, karena dia yakin apapun ketentuan-Nya adalah yang terbaik untuknya . . .

Seberat apapun ujian yang dialaminya, ia yakin bahwa dunia ini hanyalah sebentar, di Akhiratlah kehidupan yang Abadi selamanya

Itulah orang-orang yang hatinya diliputi dengan Keimanan sehingga Ketenangan dan Ketentraman akan selalu menyertainya . . . Itulah Hamba-Nya yang Beriman dan Selalu Berserah diri pada-Nya.

"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan . . . . ke dalam hati orang-orang mu'min . . . . supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada) . . . . Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S. Al-Fatih 48:4).

(By Fatum - Hamba Alloh yang Rindu Indahnya Ukhuwah meskipun dalam Perbedaan)